
BRANINEWS.ID || Pakar militer memperingatkan bahwa Iran telah membangun inventori rudal anti-kapal yang masif dan mematikan.
Setidaknya empat sistem menjadi ancaman utama bagi armada AS yang mencoba mendekati Pulau Kharg.
Iran diketahui memiliki Khalil Fars yang bisa menjangkau 300 km dengan kecepatan Mach 3-4.
Rudal ini merupakan balistik anti-kapal dengan hulu ledak 650 kg.
Kapal perang AS yang beroperasi dekat pantai akan menjadi sasaran empuk tanpa waktu reaksi yang cukup.
Selain ancaman laut, Iran juga memiliki sistem pertahanan udara jarak pendek yang sulit dideteksi.
Sistem seperti Khordad-15, Tor-M2, dan Pantsir-S1 menjadi ancaman serius.
AS akan menggali kuburan massal bagi pasukan sendiri di Pulau Kharg, Iran Pasang Jebakan Mematikan Rudal Zolfaghar
Operasi AS merebut Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak Iran menuai kritik tajam.
Operasi amfibi ini dinilai beresiko tinggi dan mengancam keselamatan pasukan AS sendiri.
Iran juga punya Rudal Zolfaghar Basir dengan jangkauan 700 km dengan kecepatan supersonik yang dilengkapi optical seeker untuk target bergerak.
Rudal-rudal ini dapat mencapai target di Teluk dalam waktu kurang dari lima menit setelah diluncurkan.
Pasukan AS juga disebut akan kewalahan membersihkan ranjau dari perairan sekitar Pulau Kharg.
Kapal-kapal khusus yang digunakan untuk misi ini akan menjadi sasaran utama rudal anti-kapal Iran sebelum operasi pendaratan dimulai.
Langkah Amerika Serikat untuk merebut Pulau Kharg memicu gelombang kritik.
Sejumlah pakar militer memberikan peringatan serius terkait risiko tinggi di balik operasi tersebut.
Mantan perwira Angkatan Bersenjata dan pertahanan udara Swedia, Mikael Valtersson menegaskan bahwa agresi AS ke Iran telah sepenuhnya gagal.
Upaya merebut Pulau Kharg adalah operasi tergesa-gesa yang tidak mempertimbangkan secara matang kemampuan pertahanan lawan.(WAR)
