
BRANINEWS.ID– Orang Indonesia itu munafik, begitu 1 dari 6 sifat manusia Indonesia menurut jurnalis dan sastrawan Mochtar Lubis, apakah Anda sepakat?
Mochtar Lubis adalah manusia empat zaman. Dia hidup pada zaman Belanda, Jepang, Orde Lama, dan Orde Baru; lahir pada 7 Maret 1922 dan meninggal dunia pada 2 Juli 2004.
Begitu banyak karya monumental yang dihasilkan oleh jurnalis cum sastrawan itu. Novel Jalan Tak Ada Ujung (1952) adalah karya yang paling terkenal, tapi jangan lupakan juka Manusia Indonesia (1977), buku yang dianggit dari pidato kebudayaan Mohctar Lubis pada 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Yang menarik dari pidato itu adalah bagaimana Mochtar Lubis mengutarakan enam sifat manusia Indonesia — tentu saja penggolongan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan ilmuwan sosial terutama.
Apa saja enam sifat manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis itu?
- Hipokritis dan Munafik
Ciri yang satu ini cukup menonjol di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Sistem feodal di masa lalu yang menekan rakyat Indonesia menjadi sumber dari hiprokisi yang dahsyat, baik datang dari urusan keagamaan, sosial, hingga masalah korupsi.
- Enggan Bertanggungjawab atas Perbuatannya
Menurut Mochtar Lubis, kata “Bukan saya” adalah kalimat paling populer di mulut manusia Indonesia. Kesalahan yang dilakukan oleh atasan digeser ke bawahannya, dan terus dilakukan sampai pemegang jabatan paling bawah.
- Jiwa Feodal
Salah satu tujuan dari revolusi kemerdekaan Indonesia adalah membebaskan manusianya dari feodalisme. Namun pada kenyataannya, bentuk-bentuk feodalisme baru terus bermunculan hingga kini.
Sikap-sikap feodalisme dapat kita lihat dari bagaimana pemerintah kita dalam urusan jabatan, banyak yang masih mengutamakan hubungan atau kedekatan ketimbang kecakapan, pengalaman, maupun pengetahuannya. Jiwa feodal ini tumbuh subur tak hanya di kalangan atas, namun juga bawah.
- Percaya Takhayul
Ciri yang satu ini tak lepas dari kebudayaan dan tradisi bangsa Indonesia. Mereka masih percaya benda-benda disembah untuk memperoleh berkah. Tak jarang nyawa pun dipertaruhkan sebagai bagian dari persembahan.
- Artistik
Kepercayaan yang menjadi bagian dari budaya manusia Indonesia rupanya membawa mereka tumbuh menjadi manusia yang dekat dengan alam. Hasilnya, manusia Indonesia memiliki daya artistik yang cukup tinggi.
Banyak hasil kerajinan masyarakat Indonesia yang diakui dunia. Sebut saja tembaga, batik, tenun, patung kayu dan batu, hingga ukirannya. Mereka adalah bagian dari daya imaginasi yang tumbuh subur di tengah masyarakat Indonesia.
Bagi Mochtar Lubis, ciri ini merupakan salah satu yang paling menarik dan memiliki pesonannya sendiri. Ciri ini mampu menjadi tumpuan hari depan manusia Indonesia.
- Watak yang Lemah
Manusia Indonesia memiliki watak yang lemah serta karakter yang kurang kuat. Dalam sejarah Indonesia, Presiden Soekarno adalah sosok yang mampu memberikan contoh dari ciri ini.
Kegoyahan watak merupakan akibat dari ciri masyarakat dan manusia feodal juga. Hal tersebut hingga kini masih terus ditemukan dalam manusia Indonesia untuk menyenangkan atasan atau menyelamatkan diri sendiri.
Terkait masalah inflasi yang pernah menyerang Indonesia, Soekarno pernah mengatakan bahwa inflasi itu baik demi “revolusi Indonesia”. Dampaknya, seperti yang banyak diketahui, inflasi di Indonesia mencapai 650 persen dalam setahun setelah ia lengser dari kursi presiden.( JR )
