
BRANINEWS.ID|| Megawati telah bilang ke Menteri Luar Negeri AS Colin Powell bahwa Irak tidak punya senjata pemusnah massal. Informasi itu didapatkan Mega saat bertemu utusan Presiden Irak Saddam Hussein bernama Abdulkholiq Abdulgafur di Jakarta pada tahun 2002. Powell menyela ucapan Mega & bilang Irak punya senjata pemusnah massal. Sumber Powell berasal dari laporan intelijen AS yaitu CIA.
Sikap Mega yang menolak invasi AS ke Irak itu kemudian dilaporkan Powell langsung ke Presiden AS George W Bush. Pun Bush sampai menelepon Mega & bilang Mega terlalu berpihak Saddam Hussein. Mega dianggap keras kepala. Mega membalas Bush, ia tidak sedang membela Saddam Hussein tapi berpihak pada anak-anak & perempuan yang harus menderita akibat perang. Powell bahkan memaparkan data intelijen AS tentang kepemilikan senjata pemusnah massal Irak pada Sidang Umum PBB tahun 2003.
Pemaparan ini adalah upaya legitimasi invasi AS ke Irak. *** Bertahun-tahun kemudian apa yang pernah diucapkan & dinasehatkan Mega ke Powell ternyata benar adanya. Irak tidak punya senjata pemusnah massal. Pengakuan ini datang dari Powell sendiri di tahun 2011 saat diwawancarai terbuka oleh Media Al Jazeera yang menyatakan penyesalannya terhadap kesalahan data intelijen AS dari CIA ternyata keliru. Kesalahannya itu terus menghantui Powell hingga akhir hayat dengan segala reputasi yang ia miliki. Ada pun Powell meninggal tahun 2021 lalu.
Tutup usia 84 tahun akibat komplikasi Covid-19. Selama hidupnya sosok Powell adalah jenderal militer AS yang dihormati. Ia menteri luar negeri kulit hitam pertama AS. Reputasinya di dunia diplomasi AS sangat dikagumi & diakui. Namun, karena kesalahan data intelijen yang ia miliki & paparkan soal Irak membuat reputasinya ternoda. Bahasa “reputasi ternoda” ini muncul dari Powell sendiri. Itu pengakuan Powell. Kesalahan itu tidak hanya mengakibatkan ratusan ribu hingga jutaan warga Irak meninggal dunia & kehancuran negara Timur Tengah tersebut. Diluar itu, sedikitnya 6.000 tentara militer AS tewas dalam operasi yang sebenarnya tidak perlu itu. Andai kala itu Bush & Powell mendengarkan nasehat Mega. Tentu invasi AS atas Irak tidak akan pernah terjadi.
