BRANINEWS.ID||Dalam pernyataannya, Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, menyebut kedelapan korban tersebut sejatinya adalah anggota aparat keamanan, gabungan dari TNI dan Polri, yang sedang menyamar. Menurutnya, kehadiran mereka di lokasi pertambangan adalah misi rahasia untuk memata-matai pergerakan dan kekuatan pasukan OPM di wilayah pedalaman tersebut.

“Pasukan TPNPB OPM berhasil menembak mati delapan orang anggota TNI-Polri yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal di Korowai,” ujar Kopitua Heluka dalam video pernyataannya yang disebarkan ke sejumlah media, Rabu (20/5/2026) malam.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait insiden penembakan yang terjadi di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (19/5/2026).

Melalui keterangan resmi dan rekaman video yang diterima media, kelompok bersenjata itu mengklaim telah menembak mati sebanyak delapan orang yang sedang beraktivitas sebagai pendulang emas ilegal.

Lebih lanjut, peristiwa ini dinyatakan sebagai bentuk aksi balasan atas insiden yang terjadi dua hari sebelumnya. Heluka menjelaskan, penyerangan ini dilakukan sebagai tanggapan atas tewasnya dua anggota kelompok mereka yang ditembak aparat keamanan pada Minggu (17/5/2026) di wilayah yang sama. Pihak OPM secara tegas mengaku bertanggung jawab penuh atas kejadian berdarah tersebut.

“Ini adalah aksi balasan kami terhadap penembakan oleh aparat terhadap dua anggota kami di Yahukimo pada hari Minggu kemarin. Kami juga bertanggung jawab atas penembakan ini,” tegasnya.

“Sampai malam ini kami belum mendapat info yang akurat soal penyerangan itu,” ujar Yusuf secara singkat saat dikonfirmasi.

Informasi mengenai identitas korban, kronologi kejadian yang sebenarnya, serta dampak dari insiden ini masih terus dikembangkan oleh tim penyelidikan di lapangan. Kejadian ini kembali menegangkan situasi keamanan di wilayah Yahukimo yang belakangan ini kerap terjadi gesekan dan kontak senjata antara kelompok bersenjata dengan aparat keamanan, serta menimbulkan kekhawatiran bagi warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi konflik.

Menanggapi klaim dan pernyataan tersebut, pihak aparat keamanan melalui Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi maupun informasi yang akurat dan terverifikasi mengenai insiden penyerangan tersebut. Pihaknya masih menelusuri kebenaran informasi di lapangan.(JREL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *