JAKARTA,BRANINEWS.ID|CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri mengatakan kebutuhan susu di Indonesia terus meningkat pesat. Namun, hingga saat ini sekitar 80% kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor lantaran produksi susu segar dalam negeri belum mampu mencukupi permintaan pasar. Djarum Grup resmi memperluas bisnisnya ke sektor susu dengan membangun peternakan sapi perah skala besar di Brebes, Jawa Tengah, seiring dengan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor susu yang masih mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional.

Di sisi lain, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia juga masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. Dia menjelaskan, investasi Grup Djarum di sektor peternakan sapi perah merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Sebagai bentuk komitmen terhadap Program Kerja Prioritas Presiden khususnya Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional, Djarum Group berinvestasi untuk membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia,” kata Ihsan dikutip dari Bisnis, Selasa (12/5/2026).

Adapun, Brebes dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki posisi strategis, baik dari sisi pasokan bahan baku maupun akses pasar. Wilayah tersebut dekat dengan sumber pakan utama berupa jagung serta berdekatan dengan pasar susu segar terbesar di Indonesia, yakni kawasan Jabodetabek.

Dalam beberapa tahun ke depan, dua entitas usaha Grup Djarum yakni PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama menargetkan total populasi mencapai 36.000 ekor sapi perah. “Jika sudah beroperasi penuh, akan dapat memberikan kontribusi sebesar sekitar 18% terhadap target susu segar nasional,” ujarnya.

Ihsan menuturkan Grup Djarum menerapkan sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir atau from farm to factory untuk memastikan kualitas dan kesegaran susu tetap terjaga sampai ke tangan konsumen. Melalui langkah tersebut, pihaknya juga berharap dapat mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu.

Terkendala Free Float, Emiten Grup Djarum SUPR Siap Go Private, Saham Bakal Delisting Selain itu, kondisi sosial masyarakat Brebes yang mayoritas bekerja di sektor pertanian dinilai mendukung pengembangan peternakan sapi perah modern berbasis agribisnis. “Dengan keunggulan geografis dan sosial tersebut, Brebes diharapkan menjadi pusat pertumbuhan bisnis susu yang berkelanjutan, mendukung visi Djarum Group dalam menghadirkan produk berkualitas untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Adapun, ekspansi ke bisnis susu juga akan terintegrasi dengan lini FMCG Grup Djarum. Ihsan menyebut bisnis susu menjadi bagian dari portofolio FMCG perusahaan yang sebelumnya telah diisi sejumlah merek makanan dan minuman. Libatkan Peternak Rakyat Lebih lanjut, Grup Djarum memastikan pihaknya juga menggandeng petani dan peternak lokal melalui pola kemitraan, terutama dalam penyediaan pakan ternak dan bahan pendukung lainnya.

“Melalui program pemberdayaan petani dan peternak lokal, Djarum Group mampu memberikan dampak sosial ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Brebes dan sekitarnya,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut dia, kemitraan tersebut melibatkan lebih dari 5.000 petani lokal dan 8.000 peternak lokal, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja baru di wilayah sekitar proyek.

Meski demikian, industri susu domestik masih menghadapi sejumlah tantangan. Dia menilai tingginya biaya operasional akibat harga pakan yang tidak stabil, ancaman penyakit hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD), hingga keterbatasan benih unggul menjadi tantangan utama dalam pengembangan peternakan sapi perah modern di Indonesia.

Menurut Ihsan, prospek industri susu nasional masih sangat menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi dan adanya program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

TANAH SELUAS 35 HA DI WANGUNREJO BERPOTENSI KAWASAN TERNAK

PT Djarum juga mempunyai lahan tanah di desa Wangunrejo diperkirakan lebih seluas 35 Haktare, meski tanah tersebut di beli dari perorangan penduduk desa Wangunrejo. Kawasan tanah yang strategis berdekatan langsung dengan jalan pantura,areanya juga sangat cocok,apalagi berdekatan dengan kawasan hutan bukit Patiayam yang banyak ditumbuhi rumput liar,bisa mendulang pakan peternakan.

Sementara ini, tanah tersebut dikelola oleh penduduk setempat ditanami palawija dan tanaman tebu oleh penduduk setempat. Pengelolaan tanah yang ditanami sebagai bentuk CSR dari Djarum. Posisi tanah Djarum ini,juga berdekatan kawasan perumahan .Lalu adanya akses jalan desa yang permanen disebelah timur masuk ke arah utara  membuat kawasan strategis di jalur pantura mendulang sektor bisnis peternakan yang bakal mampu menampung ribuan pekerja di peternakan.

Sementara penduduk setempat menyambut baik,jika tanah puluhan Haktare di jadikan kawasan peternakan.” Malah bagus dijadikan peternakan,saya bisa bekerja di sini,” ujar Mbah Seng,15/5/2025 sembari hisap rokoknya. (PITURED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *