
BRANINEWS.ID|| Pondok Pesantren kini rawan pencabulan perilaku cabul seperti jadi tren gaya baru di pondok. Baru baru ini di Jepara disebut jejuluk Kiai Jamroh jadi Tersangka setelah Ashari pengasuh Pesantren Ndolo Kusumo Tlogowungu Pati masuk bui. Ashari ditahan gegara santriwati dicabuli.
Lalu Kiai di Pondok Pesantren di Bogor juga dicabuli santriwan santriwati, kemudian di Malang juga pengasuh pondok pesantren cabul,ada juga pondok pesantren Berau Kalimantan Timur santriwati juga dicabuli kiainya.Yang terakhir ditulis adalah pondok pesantren di Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji Propinsi Lampung , pondok pesantren Nurul Jadid dibakar massa pada,8/5/2026.
Pondok pesantren di bakar gegara diduga Kiai pengasuh pondok pesantren mencabuli Santriwatinya.
Seperti dalam vidio yang beredar di media sosial maya, ratusan warga mengamuk dan membakar bangunan Pondok Pesantren Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung.
Aksi anarkis itu dipicu dugaan kasus pencabulan yang disebut melibatkan pimpinan ponpes tersebut. Satu warga yang diduga ikut membakar dilaporkan telah diamankan polisi.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, kemarahan warga memuncak setelah pimpinan pondok pesantren diduga tetap bertahan di lokasi meski sebelumnya telah diminta meninggalkan area ponpes.
“Dari hasil penyelidikan sementara, massa meminta pemilik ponpes untuk tidak lagi berada di sana. Mereka menuding pimpinan ponpes melakukan pencabulan,” kata Yuni, Minggu (10/5/2026).
Kata Yuyun lagi,sebelum pembakaran terjadi, warga sempat memberi tenggat waktu agar pemilik pondok segera pergi. Namun hingga batas waktu yang diberikan berakhir, yang bersangkutan disebut masih berada di lingkungan pesantren.
“Warga terus memantau kondisi di lokasi dan mendapati pemilik ponpes masih bertahan di sana. Massa yang emosi kemudian melakukan perusakan hingga pembakaran,” terang Yuyun.( ROMO/Red)
