BRANINEWS.ID || Dari 321 orang yang ditangkap, Polisi telah menetapkan 275 orang menjadi tersangka, dengan 274 di antaranya merupakan WNA dan satu WNI. Polri mengrebek markas judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) menuai sorotan berbagai pihak.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol (Purn.) Susno Duadji, turut angkat bicara terkait penggerebekan yang dilakukan Bareskrim Polri tersebut. Susno mengapresiasi langkah Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang berhasil membongkar praktik perjudian online internasional tersebut.

Menurut Susno, aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas jaringan di balik operasional judi online itu, termasuk aliran dana hingga pihak yang diduga menjadi pelindung maupun penyandang fasilitas para pelaku. Meski demikian,kata Susno , praktik judi online tersebut bisa berjalan hingga dua bulan sebelum akhirnya terungkap aparat kepolisian.

“Baiklah, pertama kita ucapkan selamat dulu kepada Mabes Polri Polda Metro ya yang telah berhasil mengungkap ini ya,” ujar Susno dalam dialog Sapa Indonesia Kompas TV, Senin (11/5/2026).

“Ini cepat kita nangkap ya, cepat, bagus, berhasil, sukses 321 tetapi kok sampai 2 bulan?” katanya.

Menurut Susno, keberadaan ratusan WNA yang menjalankan praktik judi online di sebuah gedung perkantoran menunjukkan Indonesia dianggap sebagai lokasi yang aman dan potensial untuk operasional perjudian daring.

Ia menduga para pelaku kemungkinan berpindah dari negara lain, termasuk Kamboja, ke Indonesia.

“Nah, kemudian mengapa Indonesia dianggap tempat yang bagus sehingga mereka bergeser mungkin dari Kamboja lari ke Indonesia?” ucapnya.

Menurut Susno, keberadaan ratusan WNA yang menjalankan praktik judi online di sebuah gedung perkantoran menunjukkan Indonesia dianggap sebagai lokasi yang aman dan potensial untuk operasional perjudian daring.( TRIB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *