BRANNINEWS.ID || Kabar duka datang dari Korps Marinir. Salah satu prajurit terbaiknya, Pratu Mar Zalendra Ferdika, gugur saat menempuh rangkaian pendidikan pasukan elite Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Prajurit asal Lampung Utara tersebut mengembuskan napas terakhir di tengah latihan berat pendidikan penanggulangan teror aspek laut (PTAL) angkatan XVIII, pada Rabu (20/5).

Merespons insiden medis ini, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) lgsg angkat bicara. Pihak kedinasan memastikan seluruh penanganan darurat pascakejadian berjalan cepat di lapangan.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodiklatal Kolonel (Mar) Nikodemus Balla menegaskan, tim di lapangan langsung bergerak melakukan evakuasi begitu insiden terjadi. Saat ini, fokus paling mendasar dari TNI AL adalah mendampingi pihak keluarga dan mengawal pemulangan jenazah almarhum.

“Kami memastikan seluruh proses pemulangan jenazah hingga pemakaman akan dikawal dgn baik. TNI AL juga menjamin pemenuhan seluru
H hak-hak kedinasan almarhum secara cepat dan transparan,” ujar Nikodemus saat dihubungi Indonesia Defense Magazine, di Jakarta, Jumat (22/5).

Langkah proaktif Kodiklatal ini sekaligus menjawab kegundahan pihak keluarga yang sempat menanti kejelasan resmi dari pihak TNI AL.

Sebelumnya, suasana haru dan terpukul menyelimuti rumah duka di Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara. Ayah almarhum, Perly Haryadi, menceritakan bahwa pihak keluarga mendapat kabar mendadak via telepon pada Rabu siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

Keluarga sempat mendengar kabar, kondisi fisik Pratu Zalendra sempat menurun beberapa hari sebelum dikabarkan wafat. Meski terpukul, keluarga ikhlas dan mengingat almarhum sebagai sosok muda yang ramah, mudah bergaul, serta berdedikasi tinggi sejak mulai menempuh pendidikan Denjaka pada Januari 2026 lalu. Sebelum dikirim ke Jakarta untuk pendidikan komando khusus ini, Pratu Zalendra merupakan prajurit aktif di satuan Batalion Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir Surabaya.

Mengingat sensitivitas insiden yg menimpa komando khusus ini, TNI AL mengimbau publik untuk menahan diri. Pihak TNI AL memohon dengan sangat agar masyarakat bijak dengan tidak menyebarkan dokumentasi visual atau berspekulasi liar di lapangan.

“Mari kita berikan penghormatan terbaik kepada para almarhum serta ruang ketenangan bagi keluarga yg sedang berkabung,” pungkasnya.
SBIDM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *