
JAKARTA,BRANI NEWS.ID–PT Djarum membantah narasi bahwa mereka memindahkan modal sebesar Rp24,6 triliun ke luar negeri karena iklim bisnis di Indonesia bermasalah. Pihak manajemen menegaskan bahwa langkah tersebut murni merupakan strategi diversifikasi bisnis untuk memperkuat rantai pasok global perusahaannya.
Berdasarkan klarifikasi resmi dari Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan, berikut fakta-fakta terkait investasi tersebut:Bukan Pelarian Modal (Capital Flight): Dana senilai USD 1,4 miliar (sekitar Rp24,6 triliun) tersebut dialokasikan untuk mengakuisisi perusahaan asing yang mendukung bisnis utama mereka. Djarum membeli pabrik kertas khusus di Amerika Serikat dan produsen kertas rokok (Schweitzer-Mauduit International / SWM dan Tantapier) di Austria untuk mengamankan bahan baku.
Lebih dari 90% Aset Tetap di Indonesia: Manajemen menyatakan bahwa komitmen investasi keluarga Hartono di dalam negeri masih sangat besar, dengan porsi lebih dari 90 persen aset dan bisnis mereka tetap beroperasi dan tumbuh di Indonesia. Nilai Rp24,6 triliun tersebut bahkan kurang dari 3% dari total kekayaan bersih keluarga Hartono yang melampaui Rp740 triliun.
Menggunakan Pembiayaan Asing: Proses akuisisi dan investasi luar negeri ini sudah dicicil sejak tahun 2023 (era Presiden Jokowi). Pendanaannya pun banyak memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan asing, bukan dengan menguras atau membawa kabur uang tunai dari dalam negeri.(BRA)
