Foto: Perut korban dijahit akibat tusukan pisau, Foto atas mantan pacar korban diduga sebagai dalang rencana pembunuhan

BLORA, BRANINEWS.ID–Niat mencari pekerjaan berujung petaka. Dani Sarjianto (30), warga Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, harus terbaring di meja operasi usai ditikam mantan kekasihnya di sebuah rumah kontrakan di Boyolali.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 3 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB di rumah kontrakan milik Jk di Dukuh Barengan, Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Pelaku utama adalah Ks ( 29), warga Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken, Blora, yang diketahui sebagai mantan kekasih korban. Jk disebut turut membantu.kejahatan tersebut

Dari Janji Kerja Hingga Tikaman di Pagi Buta
Berdasarkan keterangan korban kepada pihak berwajib, awal mula kejadian berawal pada Sabtu, 2 Agustus 2026.

Foto: Korban bersama orangtuanya

KS dan Jk menghubungi Dani dan mengundangnya. datang ke Boyolali. Alasannya, ada teman Jk yang akan menawarkan pekerjaan kepada Dani.

Karena percaya, sekitar pukul 13.00 WIB, Dani berangkat dari Blora seorang diri menggunakan travel online. Ia tiba di Boyolali sekitar pukul 24.00 WIB dan langsung menuju rumah kontrakan Jk.

Sesampai di lokasi, Dani dipersilahkan duduk dan disuguhi secangkir kopi. Baru 2 teguk kopi diminum, tiba. – tiba kepala Dani mendadak pusing dan sangat mengantuk. Ia kemudian dipersilakan masuk ke kamar yang sudah disediakan. Saat itu pintu kamar tidak dikunci dan Dani tertidur sendirian.

Namun pagi harinya, sekitar pukul 06.30 WIB Dani terbangun kaget karena merasakan ada benda tajam menusuk dari samping tubuhnya. Di dalam kamar sudah ada 2 orang yang mengenakan sarung tangan. Pintu kamar ternyata sudah dikunci dari dalam oleh Jk dan Ks.

Merasa kesakitan dan terjebak, Dani berusaha keluar dari kamar. Saat itu sempat terjadi perkelahian dengan Jk. Dani berhasil mengalahkan Jk dan keluar dari kamar yang terkunci , lalu berlari ke jalan depan rumah.

Di luar rumah, Dani sempat melihat Ks memegang pisau.dan Jk mengejar dari belakang, namun tidak berhasil menangkap dirinya .

Dalam kondisi bersimbah darah dan usus tersayat pisau, Dani terus berlari sambil berteriak minta tolong. Namun tidak ada satupun warga yang berani menolong. Dani akhirnya jatuh pingsan karena kehabisan darah.

Menurut keterangan petugas jaga RS Islam Boyolali, Dani dibawa ke rumah sakit oleh 4 orang, 3 pria dan 1 wanita. Identitas mereka tidak diketahui. Saat Dani sadar, keempat orang itu sudah tidak ada.

Karena luka tusukan menembus lempeng samping dan menyebabkan usus robek, tim dokter dr. Taufig , dkk dari RS Islam Boyolali langsung melakukan operasi darurat hari itu juga. Operasi dinyatakan sukses dan nyawa Dani terselamatkan.

Pihak rumah sakit kemudian menghubungi keluarga Dani yang ada di Blora. Setelah mendapat berita tentang kondisi anaknya Riyadi, ayah Dani, dan Sumarni, ibunya, langsung bertolak ke Boyolali. Setelah kondisi membaik, Dani diperbolehkan pulang ke Blora untuk rawat jalan.

Lapor Polisi, Dua Pelaku Ditangkap
Pada 9 Agustus 2026 pukul 13.30 WIB, Dani didampingi keluarga melaporkan kejadian ini ke Polsek Teras, Polres Boyolali. Laporan diterima oleh Budi, selaku Kanit Reskrim Polsek Teras.

Tim Reskrim Polsek Teras langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Ks yang hendak melarikan diri ke Taiwan hasilnya keburu ditangkap di Surabaya oleh tim reskrim dari Polsek Teras Boyolali pukul 20.30 w.i.b dan Jk juga ditangkap pada hari yang sama.

Warga masyarakat Kecamatan Boyolali memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap kinerja Tim Buser dari Polsek Teras .

” Hanya butuh waktu 19 jam para pelaku sudah tertangkap oleh pihak reskrim Polsek Teras. Keduanya kini diamankan di Polsek Teras untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sungguh prestasi yang luar bisa.Hebat ..!!” tandas Bambang salah seorang warga yang tinggal di Kecamatan Teras.

Dani menyebut, pada Rabu/Kamis, 25-26 Agustus 2026 ada pemberitahuan adanya tim dari kepolisian Teras Boyolali yang akan datang ke rumahnya di Desa Baling Blora untuk rencana mediasi.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran pihak kepolisian Sektor Teras. Untuk saat ini saya belum bisa datang ke kantor Polsek Teras karena luka saya belum sembuh. Tapi saya siap kooperatif,” ujar Dani.

Harapan Korban
Kasus ini kini ditangani Polsek Teras Boyolali dengan dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan. Keluarga korban berharap proses hukum berjalan transparan dan seadil-adilnya.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait motif pasti. Dugaan sementara mengarah pada masalah hubungan pribadi antara korban dan pelaku.(Djoks / BRN Red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *