
BRANINEWS.ID|| Yusril menegaskan pemerintah Prabowo kini akan tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi, demokrasi, dan kepentingan nasional di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia Yusril Ihza Mahendra menanggapi kritik tajam media internasional The Economist terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Yusril, kritik dari media asing tersebut bermuara ingin menjadikan Indonesia kembali ke era Presiden Soeharto.
Yusril menilai ada pihak-pihak luar yang sejak dulu menginginkan Indonesia lemah dan tidak menjadi negara besar yang disegani.
Yusril menegaskan bahwa dirinya adalah saksi sejarah bagaimana ekonomi RI diguncang dan rupiah dilemahkan.
Padahal saat itu, RI sudah ada pada level pertumbuhan ekonomi tertinggi.
Ia menyebut Indonesia pernah menghadapi situasi genting tersebut menjelang runtuhnya pemerintahan Soeharto pada 1998.
“Kritik The Econimist ujung-ujungnya ingin mengembalikan kita ke era Pak Harto, akhirnya bangsa kita hanya menjadi bangsa yang ekspor barang mentah, yang nilai ekonominya tidak sebanding jika sudah jadi produk,” tegasnya dalam acara Seminar Nasional: Tantangan Regulasi dalam Menghadapi Gig Economy dan Artificial Intelligence pada Selasa (19/5/2026).SBTRBN
