
BRANINEWS.ID || Kelakuan nakal para raja minyak sawit (crude palm oil/CPO) di Indonesia akhirnya dikuliti habis-habisan oleh pemerintah! Dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara blak-blakan membongkar borok 10 perusahaan CPO terbesar di tanah air yang hobi memanipulasi data demi mengemplang pajak negara.
Skandal besar ini terendus setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melapor ke Presiden Prabowo Subianto mengenai maraknya praktik under invoicing atau pemalsuan nilai ekspor. Atas perintah langsung Presiden, Menkeu Purbaya melakukan sidak digital secara acak pada jalur pengapalan mereka ke luar negeri. Hasilnya? Sangat mencengangkan sekaligus bikin elus dada!
Modus operandi mereka ternyata sangat rapi. Perusahaan-perusahaan raksasa ini sengaja tidak langsung mengekspor CPO ke negara tujuan seperti Amerika Serikat (AS), melainkan memutarnya terlebih dahulu lewat perusahaan perantara di Singapura—yang celakanya, perusahaan itu adalah milik mereka sendiri!
“Harga ke Singapura dilaporkan hanya setengah dari harga jual asli dari Singapura ke Amerika. Jadi saya sebagai Menteri Keuangan rugi! Pajak ekspor yang saya peroleh hanya separuhnya, pajak pendapatan separuhnya, devisa lebih sedikit dan malah diparkir di luar negeri. Bisa dibilang sebagian diselundupkanlah,” bongkar Purbaya dengan nada geram.
Sebut Bea Cukai Gampang Bocor, Pemerintah Ambil Langkah Radikal
Awalnya, Menkeu berniat memperketat pengawasan di jalur hijau. Namun, ia secara jujur mengakui sebuah fakta pahit: di lingkungan Bea Cukai selama ini sangat gampang terjadi kebocoran akibat kongkalikong.
Kesal karena terus-menerus dikadali oleh mafia sawit, Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil keputusan ekstrem dengan membentuk BUMN raksasa, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mulai sekarang, monopoli ekspor resmi diberlakukan! Swasta tidak bisa lagi bebas menjual ke luar negeri karena semua pintu ekspor wajib lewat DSI.
“Dengan approach seperti itu, yang tadinya under invoicing hilang. Pendapatan negara dari pajak bisa naik dua kali lipat bahkan lebih! Uang kita akan lebih banyak untuk mendanai program pemerintah, termasuk pendidikan dan pembangunan di daerah,” tegas Menkeu optimistis.
Langkah “bersih-bersih” bergaya militer dari Presiden Prabowo ini dipastikan bakal membuat para konglomerat hitam sawit yang biasa hidup mewah dari hasil memanipulasi uang rakyat langsung ketar-ketir dan gigit jari.
